Perusahaan tambang pelat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.
berhasil menjual emas sebanyak 14.179 kilogram setara dengan 14,1 ton
pada 2015, lebih tinggi 42% dari periode tahun sebelumnya.
Direktur
Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan penjualan komoditas emas pada
tahun lalu mencapai Rp7,31 triliun atau mewakili 70% dari total
pendapatan perseroan. Secara keseluruhan, penjualan emiten berkode saham
ANTM tersebut mencapai Rp10,5 triliun, naik 12% year-on-year.
"Di
tengah volatilitas industri pertambangan global, kinerja operasi Antam
tetap on track yang terefleksikan dari peningkatan volume penjualan emas
yang signifikan," katanya dalam siaran pers, Rabu (2/3/2016).
Penjualan
feronikel, sambungnya, menjadi kontributor terbesar kedua dengan
menyumbang Rp2,72 triliun atau 26% dari total penjualan. Tahun lalu,
Antam membukukan realisasi belanja modal Rp2,02 triliun yang terdiri
dari Rp226,43 miliar bagi investasi rutin, Rp1,75 triliun bagi
pengembangan, dan Rp42,33 miliar bagi biaya yang ditangguhkan.
Sementara
itu, total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung
mencapai 2.210 kg sepanjang 2015, lebih rendah dari tahun sebelumnya
2.343 kg.
Pada saat bersamaan, volume produksi feronikel pada 2015
naik 2% menjadi 17.211 ton nikel dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kenaikan itu didukung oleh peningkatan jumlah dan kadar bijih nikel
umpan pabrik dari tambang di Pomalaa dan Palau Pakal.
Adapun, volume penjualan feronikel pada 2015 mencapai 18.643 ton. Hingga akhir tahun lalu, progres engineering, procurement and construction (EPC) proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP) mencapai 98,67% dan Haltim masih proses review tender ulang.
Kerugian
yang diderita penghasil emas pelat merah Aneka Tambang pada periode
2015 membengkak nyaris 100% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Berdasarkan
laporan keuangan yang dirilis perseroan, Rabu (2/3/2016), disebutkan
laba bersih ANTM membengkak 93,8% menjadi Rp1,44 triliun, lebih tinggi
dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp743,53 miliar.
Pendapatan
yang diraup Antam sepanjang periode 2015 meningkat 11,7% menjadi
Rp10,53 triliun dari tahun sebelumnya Rp9,42 triliun.
bisnis.com

Posting Komentar