BREAKING NEWS

PGAS Anggarkan Capex US$500 Juta

Emiten pelat merah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar US$500 juta.

Nusantara Suyono, Direktur Perusahaan Gas Negara, mengatakan capital expenditure (capex) tersebut akan digunakan untuk pengembangan industri hulu, hilir serta pemeliharaan rutin.

“Capex kami tahun ini kurang lebih US$500 juta untuk pengembangan upstream, downstream serta maintenance,” katanya.

Akan tetapi, dia enggan merinci bentuk pengembangan yang akan dilakukan puhaknya baik di industri hulu dan hilir tersebut. Dia menuturkan, dana yang akan dianggarkan untuk belanja modal tahun ini berasal dari kas perseroan.

Melihat rekam jejak emiten bersandi saham PGAS tersebut setidaknya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, capex yang dianggarkan tahun ini menjadi yang terkecil jika dibandingkan dengan periode 2015 dan 2014.

Pada 2014 capex yang dianggarkan perusahaan negara tersebut mencapai US$1,25 milar. Adapun pada tahun lalu besaran belanja modal yang dianggarkan mencapai US$800 juta. Meski demikian, lanjut Nusantara, capex yang berhasil diserap pada tahun lalu tidak berbeda jauh dengan yang dianggarkan pada 2016.

Sebagai gambaran, pada 2015 PGAS membukukan laba bersih sebesar US$401,19 juta atau sekitar Rp5,53 triliun (kurs Rp13.795 per dolar AS pada 2015). Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada 2015 itu merosot sekitar 44,49% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$722,75 juta.

Sementara itu, pendapatan yang diraih PGN pada 2015 mencapai US$3,07 miliar. Capaian tersebut hanya turun 9,7% secara year-on-year dari US$3,41 miliar. Sepanjang tahun lalu PGAS mampu menyalurkan gas bumi sebanyak 1.591 MMSCFD (juta kaki kubik per hari).

Dari jumlah tersebut, 802 MMSCFD merupakan keperluan bisnis distribusi sedangkan untuk bisnis transmisi sebesar 789 MMSCFD. Hingga saat ini total panjang pipa yang dimiliki dan dioperasikan PGAS mencapai 7.026 km.

Hingga 2019 rencananya PGAS menargetkan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 km. Pembangunan infrastruktur pipa gas bumi tersebut antara lain meliputi proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, Muara Bekasi-Semarang, serta pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping.

Selain itu, pada 2019 nanti PGAS membidik pembangunan 60 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Rencananya, pembanguanan SPBG itu akan berada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara.

Saat ini PGAS telah mengoperasikan lima unit SPBG dan menyalurkan gas bumi ke 14 SPBG mitra. Sebelumnya, tahun ini manajemen perseroan menargetkan penjualan gas bumi dapat meningkat hingga 8% dan pendapatan konsolidasian dapat bertumbuh sekitar 10% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu.

bisnis.com

Posting Komentar