Direktur Keuangan PP
Properti, Indaryanto, mengatakan pinjaman tersebut berasal dari PT Bank
ICBC Indonesia. Penandatanganan fasilitas kredit direncanakan
berlangsung pada Rabu (24/2).
"Kami juga sedang
siapkan standby loan untuk proyek Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand
Sungkono Lagoon," ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (22/2/2016).
Menurut
Indaryanto, jumlah pinjaman untuk proyek GDL dan GSL masih dihitung,
menyesuaikan dengan kebutuhan investasi untuk pembangunan menara
apartemen baru. Namun, jumlahnya diperkirakan tidak terpaut jauh dengan
investasi pada menara apartemen pertama sebesar Rp250 miliarppRp300
miliar.
Indayanto menyebut, sebelumnya perseroan
juga telah mendapat komitmen kredit dengan plafon Rp190 miliar dari PT
Bank CIMB Niaga untuk pembangunan menara apartemen pertama proyek GSL.
Berdasarkan
laporan keuangan per September 2015, perusahaan berkode emiten PPRO
juga mendapat kucuran kredit dari dua bank pelat merah dengan total
plafon Rp290 miliar.
Indaryanto menerangan,
pinjaman siaga dari perbankan akan bermanfaat untuk memperkuat arus kas
perseroan. "Kalau cash out kami lebih besar dari cash in, [pinjaman[
kami tarik, kalau tidak ya gak diambil," jelasnya.
Tahun
ini, secara keseluruhan PPRO menargetkan pertumbuhan marketing sales
atau pendapatan prapenjualan sebesar 30% menjadi Rp2,6 triliun. Proyek
superblok GKL, GDL, dan GSL akan menjadi proyek andalan (flagship)
perseroan dalam mendulang prapenjualan.
BISNIS.COM

Posting Komentar