Emiten tambang batu bara berkapitalisasi pasar Rp19,03 triliun, PT
Adaro Energy Tbk. (ADRO) membidik target produksi pada tahun ini flat bila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu lantaran harga komoditas tersebut belum membaik.
Direktur
Utama Adaro Energy Garibaldi Thohir, mengatakan pada tahun ini bisnis
tambang batu bara masih belum cerah lantaran harga komoditas tak kunjung
membaik.
Orang terkaya ke-42 di Indonesia versi majalah Forbes, dengan nilai kekayaan US$650 juta itu, menargetkan produksi batu bara tahun ini stagnan.
Emiten
beraset US$6,21 miliar tersebut membidik target produksi 52 juta ton
hingga 54 juta ton. Target tersebut lebih rendah 2 juta ton dari rencana
kerja dan anggaran berlanja (RKAB), dan flat dari produksi tahuh lalu.
Belanja modal (Capital expenditure/Capex)
yang disiapkan Adaro pada tahun ini mencapai US$75 juta hingga US$100
juta. Mayoritas belanja modal akan digunakan untuk lini bisnis
pertambangan batu bara, dan sisanya bagi kelistrikan, serta logistik.
"Kelistrikkan biasanya menggunakan project financing, kami juga mengajak partner," tuturnya, Senin (22/2/2016).
Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menilai ekspansi pembangunan power plant
hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar dengan belanja modal yang
tak sedikit. Emiten tambang batu bara tidak lagi dapat mengandalkan
pendapatan dari batu hitam ketika harga komoditas terus melorot.
Pembangunan power plant,
katanya, tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, Sehingga,
kontribusi pendapatan dari sektor kelistrikan bagi Adaro bakal terasa
sekitar 3-4 tahun mendatang.
Secara bisnis, sambungnya,
pertambangan batu bara memang tengah terancam. Terlebih, harga komoditas
yang mengikuti terus anjloknya harga minyak mentah dunia, tidak ada
yang tahu kapan bakal kembali pulih.
"Mau enggak mau Adaro harus sekuat tenaga membangun power plant. Kalau mengandalkan batu bara itu sulit, mereka harus hilirisasi, berjualan listrik," tuturnya secara terpisah.
BISNIS.COM
PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membidik target produksi pada tahun ini flat
Posted by Roy Vandi Tambunan on 07.30 in News | Comments : 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Posting Komentar