PT Garuda Indonesia Tbk. berencana membentuk perusahaan baru yang akan menjadi induk (holding) bagi anak usaha di luar bisnis inti.
Direktur Utama Garuda Arif Wibowo mengatakan pembentukan holding
bertujuan untuk meningkaktan nilai (value) dari anak usaha Garuda yang
saat ini sudah menguntungkan. "Kami berupaya meningkatkan value (anak usaha) baik secara individual maupun grup, value ini yang ingin kami leverage," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/2/2016).
Di
luar bisnis inti penerbangan udara, saat ini Garuda memiliki sejumlah
anak usaha, antara lain PT Abacus Distribution System, PT Garuda
Maintenance Facility, PT Aero System Indonesia, PT Gapura Angkasa, dan
PT Aero Wisata.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2015,
aset lima anak usaha tersebut sebelum eliminasi mencapai US$569,74 juta
atau sekitar Rp7,74 triliun (Kurs Rp13.600).
Arif menjelaskan pembentukan holding
ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Saat ini perusahaan berkode
emiten GIAA itu masih menunggu hasil kajian dari konsultan yang
ditunjuk. Dia menyebut dalam waktu dekat hasil kajian tersebut akan
diungkapkan kepada publik.
Menurut Arif, model holding yang
dirujuk Garuda antara lain Singapore Airlines dan Qantas Airlines.
"Kalau saya lihat secara geografis dan market, proses holding ini akan mengambil model seperti Qantas," ujarnya.
Sebagaimana
diketahui, struktur bisnis Qantas memang mirip dengan Garuda. Dikutip
dari laman resmi Qantas, perusahaan penerbangan asal Australia itu juga
memiliki anak usaha yang khusus menyasar segmen menengah bawah, yakni
Jet Star. Di samping itu, Qantas juga merambah bisnis katering, biro
perjalanan, logistik, dan ground handling.
BISNIS.COM

Posting Komentar